LEO, Sang Singa Raja Langit

04:47 / Diposkan oleh sriwimaja / komentar (0)

Rasi Leo. Kredit Gambar : Stellarium
Rasi Leo. Kredit Gambar : Stellarium

Konon, tugas pertama dari dua belas tugas yang diberikan oleh Dewi Hera pada Herkules adalah membunuh singa raksasa Nemea yang sangat terkenal akan kebuasannya. Begitu perkasanya Singa Nemea itu, hingga panah Hercules pun mental, tak menggoresnya sedikit pun. Pedangnya terbelah menjadi dua dan senjata kayunya hancur berkeping-keping.

Konon, Singa Nemea memiliki kulit yang tak dapat ditembus oleh besi, perunggu, dan kayu. Karena tak ada satu senjata pun yang dapat membantu Herkules membunuh singa buas tersebut, maka Herkules pun hanya dapat mengandalkan kedua tangannya. Mereka bergulat dengan sengit sampai akhirnya Hercules mencekik Singa Nemea itu sampai mati.

Herkules berhasil memenangkan pertarungan sengit itu dan menyelesaikan tugasnya. Kemudian, ia menguliti singa yang telah tak bernyawa itu dengan cakar sang singa sendiri, lalu mengenakan kulit sakti itu pada tubuhnya sebagai jubah sehingga ia terjaga dari bahaya. Hera sangat marah mendengar kemenangan Herkules. Ia mengirim jiwa Singa Nemea itu jauh ke atas langit untuk mengenang pertarungan hebat itu dan hingga saat ini dapat dilihat sebagai Rasi Leo yang indah, tidak lagi mematikan.

Begitulah Rasi Leo seperti dikisahkan dalam mitologi Yunani. Agaknya, sejak zaman dahulu, jauh sebelum mitologi Yunani itu berkembang, singa telah menjadi lambang kekuatan dan kekuasaan bagi banyak peradaban manusia. Orang-orang Mesir kuno menyembah Dewa Singa, dewa yang sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka percaya bahwa dunia diciptakan ketika matahari terbit di Rasi Leo, dekat Bintang Denebola.

Orang-orang Sumeria sejak dahulu juga telah melihat bentuk singa pada rasi ini. Orang-orang Persia menyebut rasi ini sebagai Ser. Orang-orang Turki menamainya Artan. Orang-orang Syria menyebutnya Aryo. Orang-orang Yahudi menyebut rasi ini Arye dan orang-orang Babylonia menyebutnya Aru. Beragam sebutan tetapi maknanya tetap satu, yaitu singa.

Astronomis

Peta konstelasi Leo
Peta konstelasi Leo

Rasi Leo adalah salah satu dari sekian banyak rasi bintang yang terlihat hampir sesuai dengan namanya, yaitu singa. Oleh karena itu, Rasi Leo ini termasuk rasi yang mudah dikenali. Terletak pada asensiorekta 11h dan deklinasi 150, Rasi Leo berbatasan dengan Rasi Ursa Mayor, Leo Minor, Cancer, Hydra, Sextans, Crater, Virgo, dan Coma Berenices. Rasi Leo tampak jelas dilihat pada bulan April di langit belahan bumi utara.

Untuk menemukan Rasi Leo di langit, akan lebih mudah menemukan bentuk tanda tanya terbalik pada rasi itu terlebih dahulu. Rasi Ursa Mayor yang terdapat di sebelah utara Rasi Leo dapat juga dijadikan acuan untuk menemukan Rasi Leo. Seperti yang kita ketahui, pada Rasi Ursa Major terdapat bentuk gayung di dalamnya atau biasa disebut bintang tujuh. Ikuti saja bentuk gayung tersebut mulai dari pegangannya ke bagian bawah gayung. Kita akan sampai ke satu bintang terang, Regulus. Bintang ini kemudian akan menuntun kita ke bentuk tanda tanya terbalik yang ada di sebelah atasnya, yang selanjutnya akan menuntun kita melihat keseluruhan bentuk singa pada Rasi Leo.

Regulus, bintang terang yang telah disebutkan tadi tak lain adalah bintang yang paling terang ( ? Leo) di Rasi Leo. Memiliki magnitudo (skala kecerlangan bintang) 1.4, diameter dan massanya tiga kali lebih besar dari matahari. Temperatur permukaannya sekitar 12.500 K, bandingkan dengan matahari kita yang “hanya” 6.000 K. Tidak heran jika Regulus, yang jaraknya sekitar 78 tahun cahaya dari bumi ini, dapat bersinar 160 kali lebih terang daripada matahari kita.

Nama Regulus, yang artinya bintang kecil, diberikan tak lain oleh astronom terkenal Polandia, Nicholaus Copernicus. Dalam peradaban Sumeria kuno, Regulus berarti bintangnya Raja. Regulus termasuk salah satu bintang yang mudah kita kenali di langit malam.

Jika diamati dengan cermat melalui teleskop, Regulus sebenarnya bukan bintang tunggal. Ia merupakan bintang majemuk yang terdiri dari tiga bintang. Dalam astronomi, bintang majemuk (multiple stars) adalah suatu sistem yang dibentuk oleh lebih dari satu komponen bintang yang terikat satu sama lain akibat gaya tarik gravitasi antar bintang-bintang itu dan semua mengorbit mengitari titik pusat massanya. Contohnya adalah bintang ganda yang dibentuk oleh dua komponen bintang.

Bintang Denebola adalah bintang kedua paling terang ( ? Leo) pada Rasi Leo. Nama Denebola berasal dari Bahasa Arab “Al-Dhanab-Al-Asad”, artinya ekor singa, yang memang sesuai dengan letaknya.

Selain Regulus dan Denebola, bintang-bintang yang lebih redup pada Rasi Leo pun telah mempunyai nama. Sesuai dengan urutan kecerlangannya, mereka adalah Algieba (?1Leo), Zosma ( ? Leo), Ras Elased Australis ( ? Leo), Adhafera ( ? Leo), ? Leonis, Chort ( ? Leo), Al Minliar Al Asad ( ? Leo), Alterf ( ? Leo), Ras Elased Borealis ( ? Leo), dan Subra ( ? Leo). Regulus, ? Leonis, dan Algieba, bersama dengan bintang lain yang lebih redup yaitu Adhafera ( ? Leo), Ras Elased Borealis ( ? Leo), dan Ras Elased Australis ( ? Leo), membentuk tanda tanya terbalik, menandai kepala singa dan rambutnya.

Selain bintang-bintang yang telah disebutkan di atas, dapat juga kita amati galaksi-galaksi yang amat jauh pada rasi Leo ini. Yang terkenal di antaranya adalah galaksi-galaksi spiral M65, M66, M95, M96, dan galaksi elips, M105. Tentu saja, untuk dapat melihat galaksi-galaksi ini, kita harus melihatnya melalui teleskop, mulai dari teleskop sedang, karena terlalu lemah untuk dilihat melalui binokular. Bintang Wolf 359, bintang yang termasuk dekat dengan tata surya kita (7.7 tahun cahaya) juga dapat dilihat di rasi ini.

leonid shower. kredit gambar : APOD
leonid shower. kredit gambar : APOD

Pada suatu saat di bulan November, kita akan menyaksikan banyak sekali meteor – yang dikenal juga dengan sebutan bintang jatuh – di langit dan jauh lebih terang dari meteor biasa datang dari arah Rasi Leo. Inilah yang disebut Leonid Meteor Shower. Dinamakan demikian karena meteor-meteor tersebut seolah-olah berasal atau dipancarkan dari suatu titik pada Rasi Leo. Ini sebetulnya hanya perspektif kita yang memandang dari bumi, seperti halnya jalan yang tampak menyatu di kejauhan.

Pada mulanya, orang-orang zaman dahulu sangat terkejut akan peristiwa hujan meteor ini. Mereka sangat takut karena mereka pikir kiamat telah datang. Tetapi tidak begitu dengan para ilmuwan astronomi zaman dahulu. Mereka tertarik dan amat penasaran dengan peristiwa hujan meteor. Leonid meteor shower ini adalah hujan meteor yang pertama kali menarik orang-orang untuk mempelajarinya.

Kebanyakan hujan meteor diproduksi oleh komet. Dalam hal Leonid meteor shower, komet asalnya yang dinamakan Tempel-Tuttle tampak di langit sekitar 33 tahun sekali. Leonid meteor shower biasanya terjadi pada 14-21 November. Rentang waktu Leonid meteor shower berlangsung lebih cepat daripada hujan meteor lainnya.




Label:

Scorpius Si Kalajengking Pembunuh

04:42 / Diposkan oleh sriwimaja / komentar (0)

Scorpius Si Kalajengking Pembunuh

scorpius.jpg

Alkisah ada seorang pemburu yang gagah perkasa bernama Orion. Suatu waktu ia pergi ke Pulau Kreta dan menghabiskan waktunya disana dengan berburu, ditemani oleh Dewi Artemis dan Leto.

Sang pemburu sangat percaya diri akan kemampuan berburunya dan yakin bahwa ia mampu mengalahkan dan membunuh segala macam makhluk buas yang ada di muka Bumi. Mendengar ini, Dewi Bumi, Gaia, pun marah dan sengaja melepaskan seekor kalajengking raksasa, Scorpius, untuk mengalahkan Orion. Scorpius berhasil membunuh Orion dengan sengatan capitnya. Sebagai pelajaran untuk manusia agar tidak berlaku sombong di atas muka Bumi dan atas permintaan Artemis dan Leto, Dewa Zeus menempatkan dua makhluk ini di langit sebagai sebuah kenangan atas apa yang telah terjadi.

Meskipun keduanya hadir dalam kisah mitologi yang sama, tempat Orion dan Scorpius di langit tidak pernah berdekatan. Malahan, letaknya berseberangan. Seiring dengan kemunculan rasi Scorpius di kaki langit dekat horison, rasi Orion pun perlahan mulai tenggelam di kaki langit seberangnya. Konon sengaja ditempatkan demikian untuk menghindari pertarungan lebih lanjut antara keduanya. Demikianlah asal usul rasi Scorpius hadir di langit malam seperti dikisahkan dalam mitologi Yunani.

Rasi Scorpius adalah salah satu rasi bintang yang menonjol di langit selatan dan tergolong ke dalam 12 rasi bintang zodiak. Di antara rasi bintang lainnya, Rasi Scorpius merupakan rasi yang paling jelas merepresentasikan sebutannya: kalajengking. Sangat mudah mengidentifikasi rasi ini karena bentuk melengkungnya yang sangat jelas dan ekor panjangnya yang mengarah ke selatan, ditambah lagi dengan bintang merah terang, Antares, di jantung rasi ini.

Rasi scorpius berbatasan dengan rasi Ophiucus di sebelah utaranya, Rasi Libra dan Lupus di sebelah timurnya, Rasi Ara dan Norma di sebelah selatannya, dan dengan Corona Australis dan Sagittarius serta sedikit lagi Ophiucus di sebelah baratnya.

Untuk pengamat yang tinggal di belahan bumi utara, Scorpius dapat dilihat merangkak melintasi langit selatan dekat horison, dari bulan April hingga September. Untuk pengamat di belahan bumi selatan, Scorpius dapat dilihat tepat di atas langit selatan.

Karakteristik
Dikatakan bahwa rasi ini kaya akan bintang dan gugusan bintang, yang sebagian besar dapat dilihat dengan bantuan teleskop kecil. Tiga bintang paling terang di rasi ini adalah Alpha (a) Scorpii atau yang lebih akrab dengan sebutan Antares, Beta (b) Scorpii atau Grafias, dan Delta (d) Scorpii atau Dschubba. Dari ketiganya, yang paling terkenal dan paling terang tentu saja Antares (oleh sebab itu dinotasikan dengan (a) karena kedudukannya sebagai bintang pertama paling terang di rasi ini).

scorpio1.jpg

Antares memiliki magnitudo 0,96 dan dilihat dengan mata telanjang berwarna merah cemerlang. Berjarak sekitar 600 tahun cahaya dari kita, Antares merupakan bintang maharaksasa merah. Sifat khas dari bintang raksasa merah adalah cenderung variabel, artinya intensitas cahaya bintang senantiasa nampak berubah-ubah dengan periode tertentu. Antares memiliki perubahan magnitudo dari 0.9 hingga 1.2. Antares berarti anti-Ares atau anti-Mars. Penamaan ini menunjukkan bahwa warna merah Antares bersaing dengan warna merah Mars. Sebenarnya Antares merupakan bintang ganda, tetapi tanpa bantuan teleskop kita tidak mungkin dapat memisahkan kedua komponennya. Bagi yang memiliki teleskop lebih besar dari 10cm, silahkan menikmati bintang pasangan Antares, nampak hijau pucat jika dibandingkan dengan Antares, dengan magnitudo 5.4 dengan separasi sudut ~3”.

Grafias, berjarak sekitar 530 tahun cahaya, juga merupakan bintang ganda yang memiliki dua komponen bintang yang keduanya berwarna biru, satu memiliki magnitudo 2,8 dan satu lagi memiliki magnitudo 5,4. Dschubba yang bertempat di bagian capit rasi ini, merupakan bintang raksasa biru yang terangnya 1530 kali lebih terang dari Matahari kita. Jaraknya dari kita sekitar 402 tahun cahaya. Beberapa bintang lainnya yang juga dapat dilihat dengan mata telanjang pada rasi ini adalah q Scorpii (Sargas), l Scorpii (Shaula), n Scorpii (Jabbah) yang merupakan sistem bintang majemuk dengan empat komponen, s Scorpii (Alniyat) yang merupakan bintang ganda, t Scorpii (juga Alniyat), dan u Scorpii (Lesath). Selain itu, pada rasi Scorpius terdapat juga bintang variabel, yaitu RR Scorpii. Bintang ini memiliki periode yang panjang. Magnitudo visualnya merentang dari 5.0 12.4 setiap 281.45 hari.

Masih banyak obyek lain yang tidak kalah menarik terdapat di rasi ini, terutama obyek Messier seperti gugus bola M4 dan M80, serta gugus bintang terbuka seperti M7 dan M6. M4, yang letaknya berdekatan dengan bintang Antares, merupakan gugus bola yang mudah diidentifikasi karena terangnya dan ukurannya yang besar. Jaraknya sekitar 6.800 tahun cahaya dan memiliki magnitudo 5,9. Meskipun mudah diidentifikasi, masih sulit untuk melihat gugus bola M4 tanpa bantuan teleskop besar.

Gugus bola lainnya, M80, yang berada di sebelah utara rasi ini adalah gugus bola yang yang agak redup dan sangat padat. Diperlukan teleskop yang sangat besar untuk mempelajarinya dengan detil. M80 memiliki magnitudo 7,2 dan berjarak sekitar 26.000 tahun cahaya. Selain gugus bola, terdapat gugus bintang terbuka M7 dan M6. M7 (disebut juga sebagai gugus bintang Ptolemeus) yang berada di bagian selatan rasi ini, dekat Sagittarius, memiliki magnitudo 3,3 dan berjarak sekitar 780 tahun cahaya. M6 yang berdekatan dengan M7 dan sering disebut juga sebagai gugus kupu-kupu, memiliki magnitudo 4,2 dan berjarak sekitar 2000 tahun cahaya.

Setelah mengetahui kisah Scorpius dan obyek-obyek di dalamnya, mudah-mudahan Anda tidak asing lagi jika menengok ke atas dan mendapati kalajengking raksasa di atas kepala Anda pada waktu-waktu ini. Bulan Juli merupakan waktu yang sangat baik untuk melihat Scorpius. Scorpius dapat dilihat jelas di langit untuk pengamat yang tinggal di lintang +40° hingga -90°. Selamat berkenalan dengan Scorpius!

Label:

Galaksi

04:35 / Diposkan oleh sriwimaja / komentar (0)

Galaksi

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap.[1][2] Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani galaxias [γαλαξίας], yang berarti "susu," yang merujuk pada galaksi Bima Sakti (bahasa Inggris: Milky Way). Tipe-tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil dengan sepuluh juta[3] (107) bintang hingga galaksi raksasa dengan satu triliun [4] (1012) bintang, semuanya mengorbit pada pusat galaksi. Matahari adalah salah satu bintang di galaksi Bima Sakti; tata surya termasuk bumi dan semua benda yang mengorbit matahari.

Kemungkinan terdapat lebih dari 100 milyar (1011) galaksi pada alam semesta teramati.[5] Sebagian besar galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 [4] parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung dalam jutaan parsec (atau megaparsec).[6] Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi diorganisasikan ke dalam sebuah himpunan yang disebut klaster, untuk kemudian membentuk himpunan yang lebih besar yang disebut superklaster. Struktur yang lebih besar ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.[7]

Meskipun belum dipahami secara menyeluruh, materi gelap terlihat menyusun sekitar 90% dari massa sebagian besar galaksi. Data observasi menunjukkan lubang hitam supermasif kemungkinan ada pada pusat dari banyak (kalau tidak semua) galaksi.

Jenis galaksi

Galaksi terdapat dalam tiga bentuk utama: ellipticals, spirals, dan tidak sekata ( irregulars ). Gambaran yang lebih lengkap mengenai jenis-jenis galaksi diberikan oleh aturan Hubble ( Hubble sequence ). Galaksi kita, Bima Sakti, kadang-kala secara ringkas dipanggil Galaksi (dengan huruf besar), adalah barred spiral yang besar sekitar 30 kiloparsecs atau 100,000 tahun cahaya diameter, mengandungi hampir 300 juta bintang dan mempunyai jumlah keseluruhan jisim sekitar satu trillion kali ganda jisim matahari.

Dalam spiral galaksi, the spiral arms mempunyai bentuk bersamaan logarithmic spiral, pola yang boleh dibuktikan secara teorinya hasil dari gangguan dalam jisim bintang berputar secara sekata. Seperti bintang, lengan spiral juga berputar pada satu pusat, tetapi ia berlaku pada angular velocity tetap. Ini bererti bahawa bintang bergerak kedalam dan keluar lengan spiral. Lengan spiral dijangkakan sebagai kawasan kepadatan tinggi atau gelombang kepadatan. Ketika bintang bergerak ke dalam lengan, ia menjadi perlahan, dengan itu menghasilkan kepadatan lebih tinggi; ia menyerupai "gelombang" pergerakan perlahan sepanjang highway yang dipenuhi kereta.

Lengan galaksi jelas kelihatan disebabkan kepadatan tinggi memudahkan pembentukan bintang dan dengan itu ia mempunyai banyak bintang muda dan terang.

Label: